Sunday, 23 October 2011

Kasih Ibu..


..semoga kisah ini memberi penghayatan kepada kita betapa tingginya kasih dan pengorbanan ibu..

Ibuku hanya mempunyai sebelah mata, sebelah lagi buta. Dia memalukan bagi aku. Aku malu memiliki ibu seperti itu. Dia bekerja sebagai tukang masak di kantin sekolah untuk biaya hidup kami. 

Pada suatu hari, dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, lalu menghalaunya dan  dia berlari pergi. Aku tidak suka dia menghampiriku di khalayak ramai, terutama di hadapan rakan-rakan ku.

Keesokan harinya, rakan-rakan mengejekku, apa yang aku rasa adalah sangat malu, rendah diri dan seolah-olah ingin menyatakan bahawa dia bukan ibuku. Aku pulang ke rumah dengan hati yang berbuak-buak kemarahan dan tidak puas hati terhadap apa yang berlaku padaku hari ini.


Setelah sampai, ibu sedang menyapu di halaman rumah. Aku berteriak kepadanya, “Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan ketawa, kenapa kau tidak mati saja?!!” aku meragut penyapu di tangannya dan menolak-nolaknya dengan batang penyapu.
Mulai saat itu, aku bertekad keluar dari bangsal kecil itu dan tidak akan berhubung dengan dia lagi. Tidak mahu sama sekali. Ingin menjauhkan diriku padanya. Jadi, aku belajar dengan semangat dan akhirnya mendapatkan beasiswa belajar di Singapura. Kemudian aku berkahwin dan memiliki dua orang anak. Suami ku seorang arkitek, kehidupan kami penuh dengan kemewahan dan aku bahagia dengan kehidupanku.
Sampai pada suatu hari, Ibuku datang ke Singapura untuk menjengukku. Apabila tiba di depan pintu, anak-anakku melihat dan ketakutan. Saat itu juga aku berteriak, “Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak-anakku!!”
Dia terkejut dan menjawab “Maafkan saya, mungkin saya salah alamat.”
Setahun kemudian, datanglah undangan reunion sekolah aku dahulu. Aku mengambil keputusan untuk hadir. Setelah sampai, aku  sempat melihat sebuah bangsal buruk, dimana aku pernah tinggal disitu. Aku hanya ingin tahu keadaan rumah ku dulu. Kata seorang jiran, Ibuku sudah meninggal dunia 5 bulan yang lalu akibat serangan jantung. Aku langsung tidak menitiskan air mata walaupun hatiku agak mengecil.
Kemudian jiran itu memberikan aku sekeping surat, dia meminta aku membacanya.
“Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat dan setiap waktu, maafkan ibumu saat datang ke Singapura dan menakuti anak-anakmu dan juga maafkan aku membuatmu malu dihadapan teman-temanmu dulu. Semoga kamu mengerti.. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan sebelah mata. Sebagai seorang Ibu, aku tidak sanggup melihatmu memiliki sebelah mata, jadi aku memberikan milikku untukmu.. Aku bahagia kerana kamu dapat melihat seluruh dunia dan memiliki kebahagiaan dengan mata ibumu itu..
.....aku tidak dapat menahan air mata.. besarnya dosaku pada mu ibu..... 


Ibu seorang insan berhati mulia
Ibu seorang serikandi yang hebat


Aku lahir tanpa apa-apa

Engkaulah yang mengajar dengan segala upaya

love your mom,
always in Do'a.. 

3 comments:

  1. sedihnya baca....

    AL-fatihah buat Sang Penglahir...

    ReplyDelete
  2. Betapa bsarnya pngorbanan seorang ibu untuk anaknya :)...smoga kita dpt menggembirakan dan menjaga ibu kita slalu...

    ReplyDelete


My photo

Ijazah Sarjana Muda Pendidikan Fizik . mixblood daughter of Rohaya & Abdullah . part time blogger . full time muslimah . 
:: enjoy reading & literature :: art & design :: travel & bussiness ::